Dari Pesisir,

Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Pesisir

Yayasan LINTASAN membangun ketangguhan masyarakat melalui pendidikan, kesiapsiagaan bencana, penguatan ekonomi, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagaimana LINTASAN Bekerja

1. Mendengar

Pemetaan desa dan mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

2. Merancang

Menyusun solusi dan program bersama komunitas sesuai kebutuhan lokal.

3. Berkolaborasi

Menghubungkan sumber daya, mitra, dan relawan untuk bergerak bersama.

4. Berdampak

Menghasilkan perubahan nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program Unggulan Kami

Lihat Semua Program

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

Membangun Budaya Siaga, Melindungi Generasi Masa Depan. Sekolah bukan hanya tempat belajar. Sekolah juga harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan pendidikan. Ketika bencana terjadi, sekolah tidak hanya kehilangan proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah. Karena itu, membangun budaya kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menciptakan satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) berkomitmen mendampingi sekolah untuk meningkatkan kapasitas guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pendekatan edukasi, simulasi, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kesiapsiagaan bukanlah sesuatu yang dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh melalui proses belajar, latihan, kolaborasi, dan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi budaya di lingkungan sekolah. Mengapa SPAB Penting? Bencana sering datang tanpa dapat diprediksi. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila seluruh warga sekolah memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Sekolah yang siap menghadapi bencana akan memiliki kemampuan untuk: Melindungi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan. Menjaga keberlangsungan proses pendidikan. Membangun budaya sadar risiko sejak usia dini. Menumbuhkan karakter disiplin, kepemimpinan, dan gotong royong. Lebih dari sekadar pelatihan, SPAB merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan. Pendekatan Program Program SPAB Yayasan Lintasan mengacu pada tiga pilar utama Satuan Pendidikan Aman Bencana. 1. Fasilitas Pendidikan Aman Bencana Sekolah didampingi untuk mengenali kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi risiko, serta mendorong terciptanya fasilitas pendidikan yang lebih aman melalui pemetaan bahaya, jalur evakuasi, titik kumpul, dan berbagai aspek keselamatan lainnya. 2. Manajemen Bencana di Satuan Pendidikan Sekolah dibantu menyusun sistem kesiapsiagaan yang meliputi pembentukan tim siaga bencana, pembagian peran, penyusunan prosedur tetap (SOP), rencana evakuasi, hingga mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat. 3. Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana Guru dan peserta didik diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis ancaman bencana serta langkah-langkah penyelamatan diri melalui pembelajaran yang interaktif, praktik lapangan, dan simulasi kebencanaan sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendekatan Yayasan Lintasan Bagi Yayasan Lintasan, SPAB bukan sekadar menyelenggarakan pelatihan. Kami percaya bahwa sekolah yang aman dibangun melalui proses pendampingan, kolaborasi, dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program selalu diawali dengan proses mendengar, memahami kondisi sekolah, memetakan risiko, kemudian menyusun strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan sekolah tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk Kegiatan Implementasi Program SPAB dapat meliputi: Kajian awal dan pemetaan risiko sekolah. Pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Penyusunan dokumen kesiapsiagaan sekolah. Simulasi evakuasi gempa bumi, tsunami, kebakaran, dan bencana lainnya. Edukasi kepada peserta didik. Pendampingan implementasi SPAB. Monitoring dan evaluasi program. Penguatan jejaring dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi Membangun sekolah yang aman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Program SPAB dilaksanakan melalui kolaborasi antara Yayasan Lintasan dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, BPBD, sekolah, tenaga kesehatan, relawan, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh dan berkelanjutan. Implementasi Program Salah satu implementasi Program SPAB dilaksanakan pada 17–18 Juni 2026 di SDN 01 Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan BPBD Kabupaten Garut, serta diikuti oleh guru dari 15 Sekolah Dasar se-Kecamatan Mekarmukti. Selama dua hari, peserta mengikuti pembelajaran mengenai tiga pilar utama SPAB yang dilanjutkan dengan praktik dan simulasi kebencanaan. Pada hari kedua, guru menerapkan langsung hasil pelatihan melalui simulasi bersama peserta didik SDN 01 Cijayana sebagai bagian dari upaya membangun budaya siaga sejak usia dini. Dampak yang Diharapkan Melalui Program SPAB, Yayasan Lintasan berharap semakin banyak sekolah yang mampu membangun budaya kesiapsiagaan secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi seluruh warga sekolah, mampu mengurangi risiko bencana, serta menjadi pusat pembelajaran kesiapsiagaan bagi masyarakat di sekitarnya. Bersama Membangun Budaya Siaga Ketangguhan bukan hanya tentang bagaimana kita merespons bencana ketika terjadi. Ketangguhan dibangun jauh sebelumnya, melalui pengetahuan, latihan, kepedulian, dan kolaborasi yang dilakukan setiap hari. Kami tidak mengajarkan rasa takut. Kami membangun budaya siaga.

Selengkapnya

Senyum Anak Negeri (SAN)

Menemani Langkah, Menumbuhkan Harapan. Setiap anak lahir dengan potensi, rasa ingin tahu, dan mimpi tentang masa depannya. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, atau bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi mereka. Melalui Program Senyum Anak Negeri (SAN), Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) menghadirkan ruang belajar yang hangat, menyenangkan, dan penuh makna bagi anak-anak. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, permainan, kebersamaan, dan interaksi yang membangun karakter. Program ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berkreasi, mengenal lingkungan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan semangat untuk terus bermimpi. Mengapa Senyum Anak Negeri? Bagi kami, masa depan Indonesia dibangun dari anak-anak yang tumbuh dengan baik hari ini. Anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka membutuhkan perhatian, pengalaman positif, ruang berekspresi, dan lingkungan yang mendorong mereka untuk percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Senyum Anak Negeri hadir sebagai bentuk kepedulian untuk mendampingi proses tersebut. Kami ingin setiap anak merasakan bahwa mereka didengar, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa memandang latar belakang tempat mereka tumbuh. Kami percaya bahwa setiap senyum yang lahir hari ini dapat menjadi awal dari perubahan besar di masa depan. Pendekatan Program Setiap kegiatan Senyum Anak Negeri diawali dengan satu langkah sederhana, yaitu mendengar. Kami datang untuk mengenal masyarakat, memahami kehidupan anak-anak, serta melihat potensi yang dimiliki setiap desa. Dari proses inilah berbagai kegiatan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat. Bagi kami, perubahan yang berkelanjutan tidak dimulai dari asumsi, tetapi dari kesediaan untuk hadir, mendengar, belajar, dan bertumbuh bersama. Bentuk Kegiatan Program Senyum Anak Negeri dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang mendorong tumbuh kembang anak secara menyeluruh, antara lain: Kelas inspirasi dan motivasi. Edukasi karakter dan kepemimpinan. Permainan edukatif dan aktivitas kreatif. Literasi dan budaya membaca. Edukasi lingkungan. Edukasi kesehatan dan pola hidup bersih. Seni, budaya, dan kreativitas anak. Permainan kolaboratif yang membangun kerja sama. Kegiatan sosial dan kebersamaan bersama masyarakat. Pendampingan komunitas anak. Setiap kegiatan dirancang agar anak-anak belajar melalui pengalaman yang menyenangkan, aktif, dan partisipatif. Belajar Melalui Pengalaman Kami percaya bahwa anak-anak belajar paling baik ketika mereka terlibat secara langsung. Karena itu, setiap kegiatan dirancang agar anak-anak dapat bertanya, mencoba, bermain, bekerja sama, dan menemukan pengalaman baru yang memperkaya cara mereka memandang dunia. Melalui pendekatan yang interaktif, kami ingin menumbuhkan keberanian untuk mencoba, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kepercayaan diri untuk terus belajar sepanjang hayat. Bersama Membangun Generasi Senyum Anak Negeri bukan hanya tentang anak-anak. Guru, orang tua, relawan, pemuda, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kami percaya bahwa masa depan seorang anak tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh komunitas yang saling peduli dan bekerja sama. Karena itu, setiap kegiatan selalu mengedepankan semangat kolaborasi agar manfaat yang dihasilkan dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Perjalanan Senyum Anak Negeri Sejak pertama kali dilaksanakan, Program Senyum Anak Negeri telah hadir dalam enam perjalanan yang membawa semangat belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama masyarakat. Setiap perjalanan menghadirkan cerita yang berbeda. Ada anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, guru yang menginspirasi, relawan yang berbagi dengan tulus, dan masyarakat yang menyambut dengan kehangatan. Enam perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses belajar Yayasan Lintasan untuk terus memahami kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata. Bagi kami, setiap perjalanan bukan sekadar kegiatan. Ia adalah awal dari hubungan, kepercayaan, dan kolaborasi yang terus bertumbuh. Dampak yang Diharapkan Melalui Program Senyum Anak Negeri, Yayasan Lintasan berharap semakin banyak anak memperoleh ruang untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kami ingin melihat tumbuhnya generasi yang percaya diri, peduli terhadap sesama, mampu bekerja sama, mencintai lingkungan, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh kepedulian. Mari Bertumbuh Bersama Setiap anak memiliki cerita. Setiap senyum menyimpan harapan. Dan setiap pertemuan adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai yang akan tumbuh sepanjang kehidupan. Melalui Senyum Anak Negeri, kami memilih untuk hadir, mendengar, belajar, dan berjalan bersama anak-anak Indonesia. Bukan untuk menentukan masa depan mereka. Tetapi untuk membantu membuka lebih banyak jalan agar mereka dapat menemukan masa depannya sendiri. Senyum Anak Negeri Menemani Langkah. Menumbuhkan Harapan. "Kami tidak datang untuk mengubah anak-anak. Kami hadir untuk membuka ruang agar mereka dapat tumbuh menjadi diri mereka yang terbaik."

Selengkapnya

SMK Bisa! SMK Jago!

Ekosistem Kolaborasi Talenta Vokasi Indonesia. Indonesia memiliki jutaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Mereka memiliki semangat, potensi, dan keinginan untuk berkarya. Namun, banyak di antara mereka masih menghadapi kesenjangan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Di sisi lain, dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi, mampu bekerja dalam tim, memiliki portofolio, serta siap menghadapi transformasi digital yang berlangsung sangat cepat. Kami percaya bahwa tantangan ini tidak dapat diselesaikan oleh sekolah saja. Tidak pula oleh industri, pemerintah, atau komunitas secara sendiri-sendiri. Diperlukan sebuah ekosistem kolaborasi yang mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu tujuan, yaitu membangun talenta vokasi Indonesia yang siap berkarya, berinovasi, dan berdaya saing global. Melalui SMK BISA! SMK JAGO!, Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri menghadirkan ruang kolaborasi yang menghubungkan sekolah, dunia industri, pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, mentor, profesional, serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan peluang belajar, berkarya, dan berkembang bagi generasi vokasi Indonesia. Mengapa Ekosistem? Perubahan dunia kerja berlangsung lebih cepat dibanding perubahan kurikulum. Profesi baru terus bermunculan. Teknologi berkembang setiap hari. Artificial Intelligence, otomatisasi, dan transformasi digital mengubah cara manusia bekerja. Dalam situasi seperti ini, pendidikan vokasi membutuhkan lebih dari sekadar proses belajar di ruang kelas. Siswa membutuhkan pengalaman. Mentor. Proyek nyata. Jejaring profesional. Portofolio. Dan kesempatan. Semua itu hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang saling terhubung. Karena itu, SMK BISA! SMK JAGO! dibangun sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar program pelatihan. Filosofi Kami Kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi. Yang sering kali belum dimiliki adalah kesempatan. Kesempatan untuk bertemu mentor. Kesempatan untuk mengerjakan proyek nyata. Kesempatan untuk mengenal industri. Kesempatan untuk membangun portofolio. Kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tugas kami bukan menciptakan talenta. Tugas kami adalah membuka lebih banyak pintu agar talenta tersebut dapat bertumbuh. Pilar Ekosistem SMK BISA! SMK JAGO! dibangun di atas lima pilar utama. Pendidikan Mendorong pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan melalui sekolah, guru, dan lembaga pendidikan. Industri Menghubungkan siswa dengan dunia usaha melalui mentor, proyek, magang, studi kasus, dan pengalaman nyata. Teknologi Memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan kreativitas peserta didik. Kolaborasi Membangun jejaring antara sekolah, pemerintah, industri, komunitas, perguruan tinggi, media, dan organisasi sosial agar setiap pihak dapat saling memberi manfaat. Dampak Menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan peluang baru bagi dirinya maupun masyarakat. Program dalam Ekosistem SMK BISA! SMK JAGO! bukan hanya satu kegiatan. Ia merupakan rumah bagi berbagai program yang terus berkembang sesuai kebutuhan dunia kerja. Beberapa program yang sedang dikembangkan antara lain: AI Website Builder Artificial Intelligence Productivity Digital Content Creator UI/UX Design Digital Marketing Project Based Learning Mentor Industri Portfolio Development Career Preparation Entrepreneurship Inkubasi Talenta Vokasi Program-program tersebut akan terus bertambah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. AI Website Builder Salah satu program awal dalam ekosistem ini adalah AI Website Builder. Pelatihan ini memperkenalkan cara baru membangun website dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Peserta tidak hanya belajar membuat website, tetapi juga memahami bagaimana AI dapat membantu proses perancangan, penulisan konten, desain antarmuka, optimasi pengalaman pengguna, hingga publikasi website secara profesional. Pendekatan ini memungkinkan siswa menghasilkan portofolio nyata yang dapat digunakan untuk melanjutkan studi, mencari pekerjaan, maupun membangun usaha sendiri. Lebih dari sekadar menguasai teknologi, peserta didorong untuk memahami cara berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia digital. Siapa yang Terlibat? Ekosistem ini terbuka bagi seluruh pihak yang ingin berkontribusi dalam membangun pendidikan vokasi Indonesia. Sekolah Menengah Kejuruan Dunia Industri Pemerintah Perguruan Tinggi Mentor Profesional Komunitas Startup Media Organisasi Sosial Mitra CSR Donatur Setiap pihak memiliki peran yang berbeda, namun tujuan yang sama. Membangun generasi vokasi Indonesia. Dampak yang Ingin Kami Bangun Kami tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang siap bekerja. Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan talenta, peluang, teknologi, dan kolaborasi. Ketika sekolah terhubung dengan industri, mentor berbagi pengalaman, pemerintah memperkuat kebijakan, dan masyarakat ikut mengambil bagian, maka setiap siswa akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang. Di situlah masa depan vokasi Indonesia mulai dibangun. Mari Bangun Ekosistem Talenta Indonesia Perubahan tidak lahir dari satu lembaga. Perubahan lahir ketika banyak pihak memilih untuk berjalan bersama. SMK BISA! SMK JAGO! adalah ruang kolaborasi bagi siapa saja yang percaya bahwa setiap talenta berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari di sekolah. Tetapi oleh seberapa kuat kita membangun ekosistem yang mendukung mereka untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh. SMK BISA! SMK JAGO! Menghubungkan Talenta. Membangun Ekosistem. Menciptakan Masa Depan.

Selengkapnya

Hutan Anak Negeri

Landscape Initiative untuk Alam, Masyarakat, dan Generasi Masa Depan. Hutan bukan hanya bentang alam yang dipenuhi pepohonan. Ia adalah ruang kehidupan yang menghubungkan manusia, air, tanah, satwa, budaya, serta berbagai sumber penghidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Ketika hutan tetap lestari, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang. Ketika masyarakat tumbuh bersama hutannya, kelestarian alam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjaga hutan tidak cukup dilakukan melalui konservasi semata. Diperlukan pendekatan yang mampu menghubungkan berbagai aspek kehidupan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan. Melalui Hutan Anak Negeri, Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) mengembangkan sebuah Landscape Initiative, yaitu pendekatan kolaboratif yang memandang kawasan hutan sebagai satu ekosistem utuh yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penguatan ekonomi lokal, penelitian, serta kemitraan lintas sektor. Kami percaya bahwa masa depan hutan dan masa depan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Mengapa Landscape Initiative? Selama bertahun-tahun, banyak program lingkungan berjalan sendiri-sendiri. Ada yang hanya fokus pada penanaman pohon. Ada yang hanya fokus pada konservasi. Ada yang hanya mengembangkan ekonomi masyarakat. Ada pula yang hanya berbicara tentang perubahan iklim. Padahal seluruh aspek tersebut saling terhubung. Hutan yang lestari membutuhkan masyarakat yang sejahtera. Masyarakat yang sejahtera membutuhkan hutan yang tetap terjaga. Karena itu, Hutan Anak Negeri dibangun sebagai sebuah Landscape Initiative, bukan sekadar program lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan berbagai inisiatif tumbuh dalam satu visi besar, yaitu menciptakan lanskap yang sehat, masyarakat yang mandiri, dan pembangunan yang berkelanjutan. Peran Yayasan Lintasan Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri tidak bertindak sebagai pengelola kawasan hutan. Kami hadir sebagai mitra penguatan yang membantu membangun kolaborasi, mengembangkan program, memperkuat kapasitas kelembagaan, membuka jejaring kemitraan, serta menghubungkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan kawasan hutan dan masyarakat desa. Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan lahir ketika masyarakat menjadi pelaku utama, sementara berbagai pihak lainnya hadir sebagai mitra yang saling menguatkan. Pilot Landscape Landscape Initiative Hutan Anak Negeri saat ini dikembangkan melalui kawasan Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan tersebut dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang telah memperoleh persetujuan resmi pengelolaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Dalam inisiatif ini, Yayasan Lintasan mendukung LPHD melalui pengembangan berbagai program penguatan yang bertujuan meningkatkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Pilar Landscape Initiative 🌳 Landscape Governance Memperkuat tata kelola kawasan melalui penguatan kelembagaan LPHD, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan rencana pengelolaan, serta pembangunan kemitraan strategis. 🌿 Nature Conservation Melindungi fungsi ekologis kawasan melalui konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan, perlindungan sumber mata air, serta pengelolaan kawasan berbasis prinsip keberlanjutan. 🌾 Community Livelihood Mengembangkan berbagai peluang ekonomi berbasis potensi kawasan seperti agroforestry, hasil hutan bukan kayu, pertanian berkelanjutan, ekowisata, serta usaha produktif masyarakat. 📚 Education & Knowledge Menjadikan kawasan hutan sebagai ruang belajar bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, peneliti, dan berbagai pihak yang ingin memahami pentingnya pengelolaan lanskap secara berkelanjutan. 🤝 Partnership & Innovation Membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga penelitian, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan berbagai mitra lainnya untuk memperkuat keberlanjutan pengelolaan kawasan. Program dalam Landscape Hutan Anak Negeri bukanlah satu kegiatan. Ia merupakan sebuah inisiatif jangka panjang yang akan terus berkembang. Berbagai program yang akan dikembangkan di dalam Landscape Initiative antara lain: Penguatan kelembagaan LPHD. Pendidikan lingkungan. Sekolah alam. Agroforestry. Pengembangan hasil hutan bukan kayu. Konservasi sumber air. Restorasi kawasan. Pemberdayaan masyarakat. Pengembangan ekowisata. Penelitian dan monitoring biodiversitas. Pemetaan partisipatif. Pengembangan skema pembiayaan lingkungan yang sesuai dengan regulasi, termasuk peluang karbon apabila memenuhi persyaratan di masa mendatang. Setiap program akan saling terhubung dalam satu kerangka pengelolaan lanskap yang utuh. Kolaborasi untuk Lanskap Berkelanjutan Landscape Initiative hanya dapat berhasil apabila dibangun bersama. Karena itu, Hutan Anak Negeri membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak. Pemerintah. LPHD. Perguruan tinggi. Dunia usaha. Komunitas. Peneliti. Organisasi masyarakat sipil. Relawan. Mitra CSR. Donor. Masyarakat desa. Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga masa depan kawasan. Dampak yang Ingin Kami Bangun Kami tidak hanya ingin melihat hutan tetap hijau. Kami ingin melihat masyarakat desa memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Kami ingin melihat generasi muda mencintai alam. Kami ingin melihat kelembagaan desa semakin kuat. Kami ingin melihat ilmu pengetahuan, ekonomi, konservasi, dan kolaborasi berjalan beriringan. Karena keberhasilan sebuah lanskap tidak hanya diukur dari luas kawasan yang terlindungi. Tetapi dari seberapa besar kehidupan di dalamnya dapat terus tumbuh secara harmonis. Bersama Membangun Lanskap Masa Depan Kami percaya bahwa hutan bukan hanya warisan masa lalu. Hutan adalah investasi bagi generasi yang akan datang. Melalui Landscape Initiative, kami ingin membangun sebuah model kolaborasi yang menunjukkan bahwa pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan. Keduanya dapat tumbuh bersama ketika dikelola dengan pengetahuan, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang. Hutan Anak Negeri Landscape Initiative Menghubungkan Alam, Masyarakat, dan Masa Depan. "Kami tidak hanya menjaga hutan. Kami membangun lanskap kehidupan."

Selengkapnya

Kesehatan Masyarakat

Pemeriksaan kesehatan dan edukasi hidup sehat bagi komunitas.

Selengkapnya

Sebaran Wilayah Binaan

Lihat Detail Dampak

0

Sekolah Terjangkau

0

Desa Dampingan

0

Relawan Terlibat

0

Mitra Kolaborasi

0

Penerima Manfaat

0

Program berjalan

Sebaran Wilayah Binaan

Peta Sebaran Desa Binaan

Jelajahi sebaran lokasi dan program mitigasi tsunami, pengelolaan ikan, serta konservasi bakau di wilayah binaan Yayasan LINTASAN.

SPAB CIJAYANA

Siap Siaga, Selamat Bersama

TABUR LAUT

Nelayan Kuat, Ekonomi Naik

SMK BISA! SMK JAGO!

Belajar Hari Ini, Sukses Esok Hari

HUTAN ANAK NEGERI

Menanam Harapan, Menjaga Bumi

Mitra Kolaborasi

Bersama Kita Bisa,

Menjadi Bagian dari Perubahan Nyata